Lanjutnya, program ini tentu akan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan RI karena ada beberapa daerah yang telah menerapkan.
“Selama ini banyak nelayan di Pantai Timur yang langsung menjual ikan ke luar OKI seperti Bangka. Banyak produksi olahan ikan seperti terasi yang dijual ke Bangka, sehingga populer Calok (terasi,red) Bangka. Padahal ini produksi Tulung Selapan. Nah, ini ke depan akan kita benahi,” janjinya.
Bukan hanya tentang hasil laut dan tambak. Muchendi juga menggagas dan mendorong kemajuan pariwisata lokal di Pantai Timur.
“BUMDes di Pantai Timur jangan hanya mengandalkan dana desa saja karena tidak akan maksimal. Bupati harus bisa mendorong BUMDes melobi bantuan ke Kementerian Pariwisata. Sebenarnya BUMDes bisa bekerja maksimal asalkan bupatinya serius,” ulas Muchendi.
Pilkada OKI 27 November diikuti hanya 2 pasang yakni nomor urut 1 H. M. Dja’far Shodiq – Abdiyanto, SH., MH diusung PKB, PDIP dan Hanura, lalu nomor urut 2 H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si – Supriyanto, SH yang diusung Demokrat, Gerindra, Golkar, PAN, NasDem dan PKS. (Red)



