BPBD PALI Catat 30 Titik Panas Karhutla Fokus Tangani Lahan Gambut dan Mineral di Tanjung Kurung

BPBD PALI Catat 30 Titik Panas Karhutla Fokus Tangani Lahan Gambut dan Mineral di Tanjung Kurung

Berita, PALI, PEMERINTAHAN2166 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan masing‑masing dan menghentikan praktik membuka lahan maupun membuang sampah dengan cara dibakar karena sangat mudah memicu kebakaran yang meluas.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat jika belum mampu membantu memadamkan maka paling tidak menjaga kebun dan lahan serta lingkungan sekitarnya. Jangan pernah membakar sampah apalagi membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar,” tegasnya.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

Selain Tanjung Kurung penanganan juga terus dilakukan terhadap sejumlah titik lainnya seperti di kawasan Jalan Simpang Raja yang terletak di atas lahan mineral. 

Meskipun lahan jenis ini relatif lebih mudah dipadamkan namun masih terdapat potensi api muncul kembali terutama jika masih ada tumpukan bahan kering seperti daun dan ranting yang terpendam di bawah permukaan tanah. 

Untuk mengatasi kesulitan yang sering dihadapi terutama di lahan yang sukar dijangkau kendaraan besar BPBD PALI juga akan mengajukan penambahan peralatan penanggulangan kepada Pemerintah Provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 

Perlengkapan yang dibutuhkan meliputi pompa yang mudah dibawa berpindah tempat serta kendaraan roda dua yang lincah dan bisa masuk sampai ke jalur‑jalur sempit di dalam lahan pertanian maupun hutan.

“Kita membutuhkan pompa yang ringan namun kuat sehingga mudah dibawa masuk ke dalam lahan terutama jika kebakaran sudah cukup besar dan tidak bisa dijangkau kendaraan biasa. Kami juga mengusulkan penambahan kendaraan roda dua agar petugas bisa bergerak lebih cepat dan leluasa ke lokasi‑lokasi sulit dijangkau,” jelas Ahmad Hidayat.

Di akhir pernyataannya ia kembali menegaskan bahwa pembakaran lahan sangat merugikan bukan saja bagi lingkungan tetapi juga membahayakan kesehatan dan kehidupan masyarakat secara luas. 

Pihaknya akan terus mengingatkan dan mengajak semua pihak untuk mentaati aturan serta tidak melakukan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar apapun alasannya.

“Kami dari BPBD tidak akan segan segan terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat luas serta dampak yang berjangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan kita semua,” pungkasnya. (*/Nanda)

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"