“Dalam pendidikan, keluarga perlu dibekali keterampilan adaptif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Jangan sampai teknologi menjauhkan, melainkan mempererat hubungan keluarga,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Bupati menekankan pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini, khususnya dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting. Pemerintah daerah, katanya, mendukung penuh program BKKBN dalam membangun keluarga sehat.

“Kemandirian ekonomi keluarga merupakan kunci memutus rantai kemiskinan,” tegas Bupati Muchendi, seraya mendorong program pemberdayaan dan pelatihan ekonomi keluarga.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Bupati Muchendi menyebutkan sejumlah program strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan BKKBN, seperti GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, dan SuperApps Keluarga. Program-program ini bertujuan memberikan layanan dan konsultasi digital berbasis keluarga.
Bupati Muchendi mengajak sinergi semua pihak – pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha – untuk membangun keluarga tangguh.
“Pembangunan dimulai dari rumah, dari keluarga. Masa depan Indonesia dimulai dari sana,” tutupnya. (Red)










