Kiai Noor menambahkan bahwa perhatian BAZNAS terhadap para penerima penghargaan dilakukan melalui proses seleksi yang ketat. Setiap penerima dinilai berdasarkan kiprah, dedikasi, serta dampak nyata yang telah mereka berikan kepada masyarakat.
“Apa yang kami lakukan juga menjadi upaya kami secara jeli memperhatikan apa yang Bapak Ibu lakukan. Dari lebih dari seribu yang diusulkan, akhirnya kita seleksi menjadi 906 penerima,” jelasnya.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Beliau mengatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kinerja Baznas di daerah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di daerah untuk bekerja kembali meningkatkan penerimaan Baznas, sehingga bisa kembali diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegas Bupati Muchendi.
Bupati Muchendi juga menyampaikan harapannya agar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan mustahik.
“Pemberdayaan adalah kunci untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Pengelolaan zakat lewat Baznas diharapkan dapat menjadi solusi jangka terukur dan berkelanjutan,” harapnya.
Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama semakin meningkat, sehingga zakat dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Penghargaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kabupaten OKI menuju kemajuan yang berkelanjutan. (Red)













