Dari Ancaman Abrasi Menuju Harapan: Mangrove Pasir Sakti Jadi Benteng Alam dan Sumber Penghidupan

Dari Ancaman Abrasi Menuju Harapan: Mangrove Pasir Sakti Jadi Benteng Alam dan Sumber Penghidupan

Berita, BISNIS, EKONOMI, Lampung2374 Dilihat

Lampung Timur, Radar Keadilan Hamparan hutan mangrove yang kini tumbuh rindang di kawasan pesisir Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, menyimpan kisah perjuangan panjang dalam mengembalikan fungsi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kawasan yang dulunya terancam hilang akibat abrasi parah, kini menjelma menjadi benteng alami sekaligus sumber ekonomi yang berkelanjutan.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Kondisi paling kritis terjadi pada tahun 1995, ketika gelombang laut terus menggerus garis pantai hingga memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Samsudin, Ketua Kelompok Tani Hutan Mutiara Hijau I, mengakui bahwa perpindahan tempat tinggal menjadi pengalaman yang melelahkan bagi warga setempat.

“Kami sudah berulang kali berpindah tempat karena daratan terus tergerus. Wilayah tempat tinggal lama sudah tidak lagi layak dihuni, sehingga kami harus mencari tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, warga secara swadaya memulai upaya penanaman mangrove pada awal tahun 2000-an.

Di tengah keterbatasan sarana dan dana, mereka terus meyakinkan sesama warga bahwa tanaman ini bukan sekadar tumbuhan pesisir, melainkan pelindung utama sekaligus penopang keberlangsungan hidup.

Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Pertumbuhan mangrove yang semakin lebat mampu menahan laju abrasi, memperbaiki kualitas air dan tanah, serta memulihkan habitat berbagai biota laut yang menjadi sumber pangan dan mata pencaharian.

Proses pemulihan berjalan lebih cepat berkat dukungan yang diberikan oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Kolaborasi ini memungkinkan kelompok masyarakat untuk memperluas areal tanam secara signifikan.