Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Setelah puluhan tahun menjadi sumber keluhan dan hambatan bagi mobilitas serta aktivitas ekonomi, ruas jalan menghubungkan Kecamatan Tulung Selapan dengan wilayah lain di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini mengalami transformasi signifikan.
Apa yang dulu kerap viral sebagai “kubangan lumpur” di media sosial—terutama di ruas Lebung Batang–Lebung Itam dan Lebung Itam–Tulung Selapan—telah diperkeras dengan aspal dan beton, meskipun pembangunan belum sepenuhnya rampung.
Perbaikan ini didanai oleh anggaran sekitar Rp 66 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI tahun 2025, yang ditujukan untuk memperbaiki tujuh titik ruas jalan yang menghubungkan empat kecamatan di pesisir timur OKI: SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
Total Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) yang dialokasikan Provinsi untuk OKI tahun ini mencapai Rp 371 miliar, mengatasi keterbatasan anggaran kabupaten dengan wilayah yang luas.
Pengalaman pahit warga tergambar dari cerita Erni, warga Tulung Selapan Ilir, yang pernah membutuhkan waktu 12 jam untuk perjalanan ke Palembang (berangkat jam 7 pagi, tiba jam 10 malam).
Sebagai pedagang, ia kerap merugi karena toko di Palembang telah tutup saat tiba, mengakibatkan kerugian ongkos.
Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan, juga mengaku kerugian tak terhitung, termasuk pembuangan tangki air minum karena kendaraan terjebak lumpur dan biaya tambahan untuk pengangkutan barang.












