Baturaja, Radar Keadilan – Desa Makarti Tama, Kecamatan Peninjauan, ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Kepercayaan ini diperoleh setelah desa tersebut berhasil meraih predikat terbaik melalui proses seleksi dan penilaian ketat di tingkat kabupaten.
Sekretaris Daerah Kabupaten OKU, Alva Elan S.ST., M.PSDA, mewakili Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd., menyambut kedatangan Tim Penilai yang dipimpin oleh Rika Aprilisna S.T., M.Si, pada Jumat siang.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara, melainkan instrumen strategis untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan desa, mempercepat pembangunan, memperkuat pembinaan kemasyarakatan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Lomba Desa menjadi sarana mengukur keberhasilan pembangunan sekaligus menggalakkan inovasi yang tumbuh dari akar masyarakat. Desa berprestasi diharapkan dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh wilayah,” ujar Alva Elan saat membacakan sambutan resmi Bupati OKU.
Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur di Desa Makarti Tama, mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK, kader pembangunan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh warga yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.
“Keberhasilan ini bukan milik satu pihak saja, melainkan buah dari kekompakan dan kebersamaan seluruh warga. Inilah modal utama untuk melangkah lebih jauh,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten OKU menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung pengembangan desa melalui berbagai langkah strategis, antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, pengembangan Badan Usaha Milik Desa, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, peningkatan ketahanan pangan, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.
Transformasi digital juga menjadi prioritas guna mempercepat layanan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Sekda memandang proses penilaian ini sebagai momen evaluasi dan pembelajaran, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia berharap tim penilai dapat memberikan penilaian secara objektif, profesional, dan independen, serta memberikan masukan konstruktif yang bermanfaat bagi penyempurnaan pembangunan desa ke depan.
“Kami yakin dan optimis Desa Makarti Tama mampu menampilkan seluruh potensi terbaik yang dimiliki. Semoga desa ini dapat mengharumkan nama Bumi Sebimbing Sekundang di tingkat provinsi, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa desa yang maju, mandiri, dan sejahtera dapat diwujudkan melalui kerja sama dan semangat membangun bersama,” pungkasnya.
(*/Untung)













