Soal permasalahan dihadapi Deltras, Cak Nasih mengatakan pihaknya segera membahas bersama eksekutif sebagai upaya mencari solusi yang tepat. Terutama membantu mengatasi krisis finansial Deltras sebagai persiapan memasuki Liga 2 musim 2025/2026.
“Kalau dibantu dana dari APBD, itu jelas tidak mungkin, karena aturannya memang dilarang. Namun kami pastikan banyak solusi yang dapat dilakukan,” ujarnya.
“Dan kami segera membahasnya bersama Pak Bupati, maupun dengan Pak Amir (manajemen Deltras, red) sepulang dia beribadah haji,” ujarnya.
Lebih lanjut, pimpinan legislatif juga menjabat Ketua DPC PKB Sidoarjo ini membeberkan berbagai terobosan sebagai langkah strategis yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan Deltras. Di antaranya menggandeng perusahaan di wilayah Sidoarjo sebagai sponsorship, dalam hal ini pihaknya bersama eksekutif siap menjadi fasilitator.
Hal ini, lanjut dia, sangat memungkinkan dilakukan, apalagi di Sidoarjo banyak perusahaan besar yang bisa digandeng sebagai sponsorship.
“Dan itu urusannya sudah Ji tu Ji antara pihak perusahaan dan manajemen Deltras, sedang kami sifatnya hanya memfasilitasi saja,” ujarnya.
Alternatif lain, lanjut dia, untuk menyelesaikan krisis finansial pihak manajemen bisa menjual sahamnya ke publik. Seperti pernah dilakukan Mitra FC yang menjual sahamnya kepada masyarakat Surabaya dalam mengatasi persoalan finansial.
“Itu bisa ditiru manajemen Deltras dengan menjual sahamnya ke masyarakat maupun perusahaan di Sidoarjo. Benefitnya lagi akan semakin tumbuh rasa memiliki Deltras,” ucapnya.
Soal homebase, pihaknya berharap tim sepakbola yang sudah identik, bahkan telah menjadi bagian dari ikon Kota Delta ini tetap berada di Sidoarjo. Begitu pula soal keluhan tingginya tarif sewa Stadion Delta sebagai homebase Deltras, tentunya dapat dibicarakan lagi bersama Pemkab Sidoarjo.
“Jadi tidak ada alasan Deltras hengkang dari Sidoarjo. Semua permasalahan pasti ada solusinya,” tegas Cak Nasih. (*/Dicky)





