Sekretaris Dewan DPRD OKU, Iwan Setiawan, membenarkan bahwa mobil tersebut digunakan oleh FRS untuk keperluan operasional kerja.
Namun, ia mengakui tidak mengetahui keberadaannya saat ini.
“Yang jelas, mobil itu dipergunakan FRS untuk tugasnya, tapi kemana arahnya saya tidak tahu,” jelas Iwan.
Masyarakat OKU menilai bahwa kasus ini menunjukkan masih banyak kekurangan dalam kejelasan dan pengawasan pengelolaan aset daerah.
Seperti yang dimulai dengan kekhawatiran tentang aset yang hilang, kasus ini menyoroti kebutuhan mendesak akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kekayaan daerah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. (Yos/Tim)











