Sidoarjo, Radar Keadilan – Pemerintah Desa Tenggulunan Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo telah melaksanakan kegiatan evaluasi Rencana Desa Sinergis (RDS) bagi seluruh kader desa, dengan porsi utama memperkuat transparansi keuangan program posyandu, memastikan akurasi data penanganan stunting, dan menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan sesuai peraturan yang berlaku.
Kegiatan yang digelar dalam suasana kolaboratif ini dirancang untuk memastikan seluruh program yang berjalan selama satu tahun anggaran beroperasi secara efektif, efisien, dan akuntabel kepada masyarakat.
Seluruh kader desa mendapatkan arahan untuk menyusun laporan pertanggungjawaban komprehensif atas setiap kegiatan posyandu – mulai dari proses pembelian bahan makanan hingga pelaksanaan seluruh rangkaian program.
Setiap transaksi wajib didukung bukti nota pembelian yang jelas dan lengkap, termasuk untuk item kecil seperti gula dan bahan bakar gas.
Meskipun memerlukan pencatatan yang lebih rinci, langkah ini dijalankan untuk mencegah kerugian bagi desa dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat maksimal.

“Pembelian bahan dari berbagai sumber harus disertai bukti administrasi yang utuh. Meskipun jumlah nota menjadi lebih banyak, hal ini krusial untuk menjaga integritas akuntabilitas. Jika program dijalankan dengan swakelola yang tepat, dana 100 ribu rupiah mampu menghasilkan satu panci penuh makanan bergizi, berbeda dengan pembelian produk siap saji yang hanya dapat memenuhi kebutuhan satu porsi,” jelas narasumber dalam kegiatan evaluasi tersebut.
Pihak desa juga menegaskan standar kualitas makanan yang disajikan dalam program posyandu. Setiap menu yang diumumkan harus sesuai spesifikasi, misalnya hidangan rawon harus memenuhi standar rasa dan komposisi bahan, sehingga upaya pencegahan stunting tidak sia-sia dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan evaluasi berlangsung di Desa Tenggulunan pada masa penyelesaian program tahun anggaran terkini, dengan pemantauan langsung terhadap perkembangan data penanganan stunting di wilayah tersebut.
Angka konvergensi penanganan stunting saat ini telah mencapai 85%, menunjukkan peningkatan signifikan dari kondisi sebelumnya yang hanya mencapai 30%.








