“Kita akan dorong agar kegiatan kebut perahu di Pedamaran ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi ditingkatkan lagi di tahun-tahun yang akan datang. Bahkan, kita bisa mengemasnya lebih baik lagi agar menjadi daya tarik wisata daerah,” ungkap Muchendi.
Selain aspek budaya, Bupati juga menyoroti dampak ekonomi positif yang dihasilkan oleh kegiatan ini. Pedagang kaki lima, UMKM, hingga sektor transportasi merasakan manfaat dari ramainya kunjungan penonton.

“Inilah bukti bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Masyarakat menikmati hiburan, UMKM mendapat rezeki, dan budaya kita tetap hidup,” tutur Bupati OKI.
Bupati berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam lomba kebut perahu dapat terus terjaga sebagai warisan berharga bagi generasi muda.

“Anak-anak kita harus tahu dan bangga bahwa mereka memiliki tradisi yang unik dan bernilai. Dengan begitu, identitas daerah kita tetap terpelihara,” tambahnya.
Final lomba kebut perahu di Sungai Babatan berlangsung meriah dan penuh sportivitas. Sorak sorai penonton mengiringi laju perahu-perahu tradisional yang berpacu kencang di atas air.
Di akhir acara, Bupati Muchendi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung kegiatan serupa, sebagai bentuk nyata rasa syukur dan cinta terhadap tanah air, sekaligus kebanggaan terhadap budaya lokal OKI. (Red)












