Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyatakan bahwa sasaran luas tanam dapat tercapai secara maksimal apabila dukungan sarana dan prasarana pertanian tersedia secara memadai, merata, dan tepat waktu.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta ketersediaan alat dan mesin pertanian, baik untuk tahap pengolahan lahan maupun pascapanen.
Lebih jauh, Muchendi menargetkan adanya peningkatan signifikan dalam indeks pertanaman (IP).
Melalui dukungan fasilitas dan teknologi yang memadai, indeks pertanaman diharapkan mampu naik dari IP 100 menjadi IP 200, bahkan berpotensi mencapai IP 300.
“Kami sangat optimistis target tersebut akan tercapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik dan berjalan lancar. Dukungan ini sekaligus menjadi kunci utama peningkatan indeks pertanaman, guna memastikan lahan dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun,” tegas Muchendi.

Ia juga memaparkan data potensi wilayahnya, di mana luas lahan sawah baku di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare.
Sekitar 30 persen dari luas tersebut merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap secara optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.
Kondisi kemarau yang diprediksi datang bersamaan dengan El Nino justru dipandang sebagai peluang emas untuk membuka dan memperluas areal tanam di kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau tersebut.
Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung kebijakan provinsi untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Langkah ini bukan sekadar upaya menghadapi tantangan iklim, melainkan juga wujud pemanfaatan potensi alam secara maksimal agar Sumatera Selatan tetap menjadi salah satu lumbung pangan andalan di Indonesia, meski di tengah tekanan kondisi cuaca yang ekstrem. (*/Heri)







