Palembang, Radar Keadilan – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi menetapkan target ambisius untuk menjangkau seluruh warga Kota Palembang melalui jaringan perpipaan air bersih pada tahun 2031.
Pencapaian tujuan ini memerlukan penanaman modal besar yang mencapai hampir Rp1 triliun guna membangun dan memperluas infrastruktur distribusi serta fasilitas pendukung lainnya.
Direktur Operasional Perumda Tirta Musi, H. Rahmad, S.T., menjelaskan bahwa saat ini cakupan pelayanan perusahaan telah mencapai 86 persen.
Jika digabungkan dengan penyedia layanan air bersih lain seperti CSM dan Pusri, tingkat akses air bersih di Kota Palembang secara keseluruhan telah mencapai 91 persen.
“Masih tersisa sekitar 10 persen masyarakat yang belum terhubung jaringan, terutama di wilayah Gandus, Kalidoni, Sematang Borang, Sako, serta Jalan Karya Jaya di Kecamatan Kertapati,” ujar Rahmad saat memberikan keterangan di Kantor Perumda Tirta Musi, Kamis (2/7).
Ia menegaskan bahwa ketersediaan air baku bukanlah hambatan utama, melainkan tingginya biaya pembangunan jaringan perpipaan.
Pembangunan saluran transmisi saja membutuhkan anggaran sekitar Rp900 miliar, sedangkan total investasi yang diperlukan untuk seluruh proyek termasuk pembangunan instalasi pengolahan air dan jaringan pendukung mendekati angka Rp1 triliun.
Saat ini, Perumda Tirta Musi telah menyelesaikan pemasangan pipa transmisi berdiameter 800 milimeter hingga kawasan Simpang Bandara.
Tahap selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan menuju Sematang Borang untuk memperluas jangkauan layanan.
Pengembangan ini diperkirakan dapat melayani sekitar 10.000 calon pelanggan yang saat ini berada dalam daftar tunggu.










