Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab PALI Kerahkan Seluruh Unsur, Tegas Larang Pembakaran Lahan

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab PALI Kerahkan Seluruh Unsur, Tegas Larang Pembakaran Lahan

Berita, PALI, PEMERINTAHAN2733 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

PALI, Radar Keadilan – Menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 guna memperkuat kewaspadaan dan menyatukan langkah seluruh unsur dalam menjaga wilayah dari bahaya kebakaran.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Bandara Eks Stanvac, Kecamatan Talang Ubi, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, dan dipimpin langsung oleh Bupati PALI Asgianto, ST.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

Apel ini dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI–Polri, Basarnas, Satpol PP, para Camat dan Kepala Desa, serta perangkat daerah terkait lainnya.

Bupati Asgianto menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak musim kemarau tahun 2026 berlangsung pada Juli hingga Agustus, yang secara langsung meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hingga Agustus ini, tercatat 97 titik panas terdeteksi di wilayah PALI, sementara luas lahan yang terbakar sejak Januari mencapai sekitar 125 hektare.

Kondisi kekeringan yang meluas serta keterbatasan sumber air semakin memperberat tantangan penanganan apabila kebakaran terjadi.

“Ancaman kebakaran hutan dan lahan nyata adanya. Musim kemarau membuat lahan kering dan mudah terbakar, sementara sumber air semakin sulit dijangkau saat pemadaman. Karena itu, saya telah mengingatkan sejak awal tahun agar kita bersiap menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Bupati Asgianto.

Bupati menegaskan tekad kuat agar Kabupaten PALI tidak ikut menyumbang kabut asap akibat kebakaran.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh unsur, mulai dari unsur pimpinan daerah, instansi vertikal, perusahaan, hingga pemerintah desa dan masyarakat, untuk bersatu menjaga lingkungan dan wilayah PALI.

“Saya tidak ingin PALI turut menyumbang asap. Untuk itulah kita berkumpul hari ini. Saya mengajak Forkopimda dan seluruh perusahaan yang beroperasi di PALI, mari bersama-sama kita jaga lingkungan dan wilayah ini. Buktikan bahwa PALI mampu bersatu, bergerak, dan memberi dampak nyata demi keselamatan bersama,” tegasnya.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"