Palembang, Radar Keadilan – Menapaki usia ke-80, Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan tekad besar untuk melaju lebih cepat, membangun kedaerahan yang tangguh, serta mewujudkan kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakat.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Gedung DPRD Sumsel, Senin (18/5/2026).

Rapat istimewa tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya, dihadiri sejumlah pemimpin daerah, tokoh strategis, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat.
Seluruh pejabat yang hadir mengenakan pakaian adat lengkap dengan ciri khas tanjak, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan kearifan lokal Sumatera Selatan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM, dan turut dihadiri Gubernur Sumsel Dr. Herman Deru, MM, Wakil Gubernur Cik Ujang, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPR RI, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta perwakilan insan pers.

Dalam pidatonya, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen reflektif yang sarat makna.
Ada tiga nilai utama yang menjadi landasan peringatan ini: ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang, evaluasi mendalam terhadap capaian dan tantangan, serta langkah strategis penyesuaian dan inovasi menghadapi dinamika zaman.
“Tanjak emas di kepala raja adalah simbol kebesaran budaya dan kebanggaan kita. Selamat ulang tahun Sumatera Selatan tercinta, semoga seluruh rakyatnya semakin sejahtera dan bahagia,” ujar Herman Deru di hadapan seluruh hadirin.

Ia menekankan bahwa kejayaan masa lalu, mulai dari kemegahan Kerajaan Sriwijaya hingga semangat perjuangan para pahlawan kemerdekaan, adalah warisan berharga yang harus dijadikan sumber inspirasi dan filosofi pembangunan masa kini.













