Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan implementasi nyata dari semangat kerja “Presisi” yang diusung Polri.
Program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung serta memperkuat ikatan kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga.

“Ini bukan hanya struktur penghubung antarwilayah, melainkan simbol persatuan. Kami menargetkan infrastruktur ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi warga, memperkuat konektivitas antar desa, serta menjadi pendorong semangat belajar generasi muda agar lebih maju,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau agar fasilitas yang telah dibangun dengan penuh dedikasi ini dapat dijaga dan dirawat bersama.
Keberhasilan sebuah pembangunan, menurutnya, tidak hanya terletak pada proses pembuatannya, tetapi juga pada keberlanjutan manfaatnya di masa depan melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Kami berharap sarana ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga bersama-sama. Hanya dengan kepedulian kolektif, manfaat jembatan ini akan terus terasa dalam jangka panjang bagi seluruh warga,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Pematang Buluran dan sekitarnya, peresmian ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pembangunan fasilitas umum.
Jembatan ini menjadi bukti nyata adanya solusi atas kendala geografis yang selama ini membatasi pergerakan warga dalam bekerja, berinteraksi sosial, maupun mengantar putra-putri mereka menuju masa depan melalui pendidikan.
Di tengah karakteristik wilayah OKI yang banyak dipengaruhi oleh kawasan perairan, Jembatan Merah Putih Presisi kini berdiri kokoh sebagai jembatan harapan.
Ia tidak hanya memperpendek jarak antar desa, tetapi juga membuka jalan yang lebih aman dan terang bagi masyarakat untuk melangkah menuju kesejahteraan dan masa depan yang lebih cerah. (*/HS)













