Ogan Ilir, Radar Keadilan – Titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) muncul di wilayah Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (18/6/2026).
Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 2 hektar dengan jenis vegetasi berupa semak belukar, yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
Kawasan Indralaya Utara sendiri tercatat sebagai salah satu daerah rawan Karhutla di wilayah tersebut saat musim kemarau tiba.
Segera setelah menerima laporan adanya titik api, Babinsa Desa Rambutan, Serma Rusyidi, langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi api menjalar ke area sekitar.
Berkat tanggapan sigap dan koordinasi yang terjalin baik antar pihak, pengendalian kebakaran berjalan efektif sehingga dampak kerusakan dapat ditekan dan tidak meluas ke wilayah yang lebih luas.
Penanganan Karhutla memang membutuhkan kecepatan tindakan serta kerja sama lintas unsur agar potensi kerugian dapat diminimalkan.
Serma Rusyidi menegaskan bahwa kehadiran jajaran TNI Angkatan Darat di lokasi merupakan wujud nyata kepedulian kepada masyarakat serta dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana Karhutla.
“Kami menghimbau segenap warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik ini berisiko memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, serta mengganggu kesehatan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Selain melakukan pemadaman, pihak Babinsa juga melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada warga sekitar mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga keamanan lingkungan, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko munculnya titik api.
Kegiatan penanganan berlangsung secara aman dan tertib. Hingga saat ini, kondisi lokasi terus dipantau secara ketat guna memastikan tidak ada titik api baru yang dapat memicu kebakaran kembali.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dengan segera melaporkan jika menemukan asap atau api di lingkungan tempat tinggal masing-masing, agar penanganan dapat dilakukan lebih dini dan risiko kerusakan dapat dihindari secara maksimal. (Pendim0402OKI-OI/HS)











