
Angka tersebut menunjukkan komitmen yang meningkat dari ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik bagi masyarakat.
Rekapitulasi absensi mencatat total 3.516 ASN yang tersebar di 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dua rumah sakit daerah, RSUD Kayuagung dan RSUD Tugu Jaya.
Inspektur Inspektorat Kabupaten OKI, H. Syafarudin, memimpin kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD untuk memastikan kedisiplinan dan kelancaran pelayanan publik pasca libur panjang.
“Alhamdulillah, kehadiran ASN di hari pertama kerja pasca Idul Fitri mencapai 90,62 persen. Ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran dan komitmen ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sidak dilakukan secara langsung untuk mengecek kehadiran pegawai, kondisi fasilitas kantor, hingga kesiapan sistem layanan yang disediakan bagi masyarakat.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar OPD telah aktif memberikan pelayanan sejak pagi hari. Ini tentu menjadi hal positif yang perlu dipertahankan,” jelasnya.
Inspektorat memberikan perhatian khusus terhadap kasus ketidakhadiran tanpa keterangan, yang dinilai sebagai pelanggaran disiplin yang akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.
Pengawasan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta Surat Edaran Bupati OKI mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
“Kami akan melakukan verifikasi terhadap ASN yang tidak hadir tanpa keterangan. Jika terbukti melanggar, akan diberikan sanksi sesuai aturan disiplin ASN,” tegas Syafarudin.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan momentum pasca Idul Fitri sebagai titik awal untuk meningkatkan etos kerja, integritas, dan profesionalitas dalam pelayanan.
“Semangat Idul Fitri harus menjadi energi baru bagi ASN untuk bekerja lebih disiplin dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten OKI mengapresiasi kontribusi ASN yang hadir tepat waktu, mengingat tingkat kehadiran yang tinggi menjadi dasar penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik, terutama di sektor strategis seperti kesehatan dan administrasi pemerintahan.

Seperti yang ditunjukkan dari capaian kehadiran hari pertama, Pemkab OKI berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan pembinaan agar terwujud tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang optimal bagi seluruh masyarakat. (*/HS)









