“Belanja Tidak Terduga (BTT) digunakan untuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi dan akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat termasuk inflasi,” Jelas dia.
Pemda tambahnya perlu menyiapkan instrumen pendukung dalam penggunaan BTT tersebut.
“Bisa dilakukan pergesaran anggaran pada OPD sesuai dengan ketentuan perundangan,” Jelasnya.
Sementara Kepala BPS Provinsi Sumsel, Wahyu Yulianto memaparkan perkembangan inflasi dan deflasi Kabupaten OKI pada Januari 2024 lalu. Dimana tingkat inflasi Years on Years (y-on-y) Kabupaten OKI mencapai 4,92 persen sementara tingkat inflasi moon to moon diangka -0,11 persen.
“Berbagai indikator menunjukan kondisi sosial ekonomi di Kabupaten OKI terus menguat, namun perlu diantisifasi kenaikan harga jelang hari besar keagamaan,” terang Wahyu.
Sementara perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky Perdana Gozali menyebut sejumlah dukungan BI yang dapat dikolaborasikan dengan Pemda dalam pengendalian inflasi.
“BI mempunyai sejumlah program yang dapat berkolaborasi dengan Pemda seperti gerakan budidaya, hilirisasi, perluasan pupuk organik, pemanfaatan alsintan serta kerjasama daerah,” Ujarnya. (Ril)
Sumber : Diskominfo OKI



