Kodim 0402/OKI–OI Fasilitasi Mediasi, Permasalahan Kerusakan Pondok Petani Ikan Diselesaikan Secara Damai

Pelapor Cabut Konten Salah Informasi, Masyarakat Siap Bersama Tangani Gulma Air

Berita, OKI, PERIKANAN, PERTANIAN, TNI2163 Dilihat
Spread the love
Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Permasalahan kerusakan pondok petani ikan akibat gulma air mendapatkan resolusi damai melalui kegiatan mediasi dan klarifikasi yang diselenggarakan pada hari Senin, 26 Januari 2026, di Lebak Air Itam, Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Acara yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.30 WIB menghasilkan kesepakatan bersama, mengukuhkan komitmen kolaboratif untuk menjaga stabilitas wilayah dan keharmonisan antarwarga.

Kegiatan diinisiasi menyusul laporan mengenai dampak gulma air yang mengganggu aktivitas perikanan masyarakat pengemin dan nelayan.

Tujuan utama pelaksanaan mediasi adalah mencari solusi terbaik sekaligus memelihara kondusivitas wilayah.

Peserta yang hadir meliputi Kasdim 0402/OKI Mayor CKE Jauhari, Danramil 402-02/Pedamaran Kapten Inf Jepri Gunawan, Dan Unit Intel Dim 0402/OKI Lettu Kav Adam, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten OKI, para kepala desa setempat, mitra cetak sawah, konsultan pengawas, pengemin Lebak Lebung, serta perwakilan masyarakat nelayan.

Suasana kegiatan mediasi dan klarifikasi terkait permasalahan kerusakan pondok petani ikan akibat gulma air yang berlangsung di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Para peserta dari Kodim 0402/OKI–OI, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat berkumpul dalam suasana kondusif untuk mendiskusikan solusi bersama, mengedepankan musyawarah dan nilai kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan.|Heri Yanto, radarkeadilan.com

Dalam forum yang berjalan dengan atmosfer kekeluargaan, seluruh pihak menyepakati penyelesaian masalah secara musyawarah.

Pelapor menyatakan komitmen untuk mencabut video yang sebelumnya beredar di media, karena kontennya tidak sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Sementara itu, pemilik pondok yang mengalami kerusakan telah menerima kompensasi sebagai bentuk ganti rugi atas kerugian yang dialami.

“Kami hadir untuk memfasilitasi dan menjembatani permasalahan masyarakat agar diselesaikan secara damai dan sesuai nilai-nilai kekeluargaan. Alhamdulillah, melalui musyawarah ini tercapai kesepakatan bersama sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Mayor CKE Jauhari dalam keterangannya.

Kasdim juga mengapresiasi sikap masyarakat yang mengedepankan kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi permasalahan.

Tim dari Kodim 0402/OKI–OI bersama pihak terkait melakukan verifikasi dan pembahasan detail di dermaga kawasan perairan Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dalam momen tersebut, mereka meninjau data dan informasi terkait kondisi lapangan, sebagai bagian dari langkah konkret untuk menangani dampak gulma air dan memastikan penyelesaian permasalahan pondok petani ikan berjalan secara tepat dan akurat.|Heri Yanto, radarkeadilan.com

“Kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tetap menjaga komunikasi yang konstruktif. Kodim akan terus mendukung seluruh upaya positif demi terciptanya situasi wilayah yang kondusif dan mendukung kemajuan bersama,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut konkret, masyarakat bersama para pengemin sepakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan gulma air di kawasan perairan terkait, dengan dukungan penuh dari mitra cetak sawah.

Pelapor juga akan melakukan klarifikasi resmi kepada media online untuk menyampaikan bahwa permasalahan telah diselesaikan secara menyeluruh dan damai.
Para pihak terkait dari Kodim 0402/OKI–OI, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan kunjungan lapangan dengan perahu di kawasan perairan Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Perjalanan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi wilayah perairan dan lokasi pondok petani ikan, sebagai bagian dari upaya pemantauan dan penguatan kolaborasi guna menjaga kelancaran aktivitas perikanan setelah penyelesaian permasalahan akibat gulma air.|Heri Yanto, radarkeadilan.com

Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menangani permasalahan lokal.

Seperti yang diharapkan dari awal, upaya kolaboratif ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan pada tataran individu, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan memastikan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat untuk kemajuan wilayah Ogan Komering Ilir(*/Yanto)

Bagikan

BERITA TERKAIT