Kodim 0402/OKI-OI Gerakkan Sinergi Masyarakat, Serukan Perang Total Tangkal Radikalisme dan Separatisme

Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H.: Jaga NKRI adalah Kewajiban Tak Terpisahkan Setiap Warga Negara

Berita, OKI, TNI2437 Dilihat
banner"468x90"title"468x90"

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/Ogan Komering Ilir-Ogan Ilir (OKI-OI) menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berbasis kolaborasi masyarakat untuk membendung ancaman radikalisme dan separatisme, Rabu (10/12/2025).

Acara bertema “Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme” digelar di Aula Darmawangsa Kodim 0402/OKI-OI dengan menghadirkan berbagai komponen masyarakat sebagai mitra strategis dalam memelihara integritas dan persatuan bangsa.

banner"300x250"title"300x250"

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., yang menegaskan bahwa radikalisme dan separatisme bukan hanya ancaman keamanan, melainkan tantangan eksistensial yang harus diatasi secara bersama-sama.

Menurutnya, keberhasilan membendung paham ekstrem bergantung pada sinergi terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.

Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., Komandan Kodim 0402/OKI-OI, menyampaikan arahan dalam Kegiatan Komunikasi Sosial “Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme” Wilayah Kodim 0402/OKI Tahun Anggaran 2025. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda dan perwakilan organisasi kemasyarakatan, dengan penuh fokus mengikuti paparan yang bertujuan membangun sinergi adaptif untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa./radarkeadilan.com

“Radikalisme dan separatisme memiliki potensi merusak fondasi persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita harus menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk mencegah penyebarannya sejak dini, sebelum merambah dan mengganggu stabilitas wilayah serta keharmonisan masyarakat,” jelas Dandim dalam sambutannya.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital dan penyebaran media sosial telah mempermudah penetrasi paham ekstrem yang cenderung menyasar kelompok rentan, terutama generasi muda.

Untuk itu, peningkatan kewaspadaan dan literasi informasi menjadi prioritas utama agar masyarakat mampu menyaring konten yang tidak jelas sumbernya dan menghindari informasi yang bertujuan memecah belah.

banner"728x90"title"728x90"