Krisis BBM Subsidi Melanda Kayuagung: SPBU Pusat Kota Mendadak Tutup Jelang dan Saat Hari Raya Idul Adha 1447 H

Krisis BBM Subsidi Melanda Kayuagung: SPBU Pusat Kota Mendadak Tutup Jelang dan Saat Hari Raya Idul Adha 1447 H

Berita, EKONOMI, OKI2158 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melanda wilayah Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejak Selasa (26/5) malam.

Kondisi kritis ini berlanjut hingga Rabu (27/5), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, memicu kepanikan dan keluhan luas dari masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan energi tersebut untuk menunjang aktivitas harian maupun perayaan hari besar.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Situasi paling menonjol terjadi di SPBU 24.306.30 yang berlokasi di pusat Kota Kayuagung.

Unit pengisian bahan bakar yang selama ini dikenal beroperasi penuh selama 24 jam dan menjadi tumpuan utama warga, mendadak memasang pemberitahuan penutupan layanan.

Langkah ini diambil pihak pengelola dikarenakan stok BBM jenis bersubsidi telah habis total dan belum mendapatkan pasokan tambahan hingga berita ini diturunkan.

Fenomena ini semakin memberatkan masyarakat lantaran penjualan BBM eceran juga turut terhenti, membuat akses bahan bakar menjadi nyaris mustahil didapatkan.

Kekosongan pasokan ini berdampak langsung dan melumpuhkan roda ekonomi serta mobilitas warga.

Arus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat berkerumun di sekitar lokasi sebelum akhirnya harus pergi kecewa karena tidak dapat mengisi bahan bakar.

Bagi warga, momen jelang dan saat Hari Raya Idul Adha seharusnya menjadi waktu perayaan, namun justru berubah menjadi kekhawatiran akibat gangguan pasokan vital ini.

“Sangat mengecewakan kami semua. Selama bertahun-tahun SPBU ini selalu buka 24 jam tanpa henti, tapi sejak semalam mendadak tutup dengan alasan bensin subsidi kosong. Pilihan untuk membeli jenis non-subsidi sangat berat bagi kondisi ekonomi kami saat ini, apalagi jika harus mencari di tempat lain atau eceran yang harganya melambung tinggi,” ungkap salah satu warga yang terlihat sedang mengantre namun akhirnya harus pulang tanpa mendapatkan bahan bakar.

SPBU 24.306.30 di pusat Kota Kayuagung tampak sepi kosong dan tak melayani pengisian BBM bersubsidi, karena stok habis sejak malam menjelang hingga saat Hari Raya Idul Adha 1447 H. | radarkeadilan.com

Dampak nyata dirasakan oleh berbagai kalangan. Pengendara sepeda motor mengaku kesulitan melakukan perjalanan kerja maupun mengantar anggota keluarga yang hendak melaksanakan ibadah hari raya.

Sementara itu, para pengemudi angkutan umum dan kendaraan logistik terpaksa memarkirkan armada mereka atau menghabiskan waktu berjam-jam mengantre tanpa kepastian layanan, yang berujung pada penurunan pendapatan secara drastis di saat kebutuhan biaya hidup justru meningkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi maupun keterangan rinci dari manajemen SPBU 24.306.30 maupun perwakilan Pertamina terkait penyebab keterlambatan pendistribusian atau faktor yang memicu kekosongan stok yang terjadi tepat di momen hari besar keagamaan ini.

Masyarakat setempat sangat berharap pihak berwenang dan manajemen Pertamina segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk mengatasi krisis ini. Keberadaan SPBU tersebut memiliki peran strategis sebagai urat nadi transportasi utama di Kabupaten OKI, sehingga pemulihan pasokan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.

Redaksi Radar Keadilan senantiasa memantau perkembangan situasi dan menanti penjelasan resmi serta solusi nyata dari pihak terkait demi kepentingan bersama masyarakat Kayuagung(*/Red)