Menurutnya, kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi harus dibuka seluas-luasnya bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.
“Kita wajib memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka. Tanpa diberi ruang untuk berkembang, kita tidak akan pernah mengetahui seberapa besar potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat anak muda hari ini. Tanpa rasa peduli dan keinginan saling bantu, keberadaan kita tidak akan memiliki makna yang berarti di mata Tuhan. Berbagi adalah kebutuhan kita bersama,” ujar Eveline.
Senada dengan hal itu, Hastuti B. Kresna menekankan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
Keberhasilan mewujudkan lingkungan yang inklusif, lanjutnya, sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antar pihak.
“Setiap kelebihan yang kita miliki disertai tanggung jawab yang besar pula, yaitu mengajak semua pihak menikmati rasa syukur melalui tindakan nyata. Kegiatan hari ini membuktikan bahwa gabungan kekuatan dari Lions Club, Leo Club, rumah singgah, komunitas, organisasi olahraga, dan lembaga sosial mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” jelas Hastuti.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia, Ine Kharisma, memaparkan rincian pelaksanaan PESONAS II yang akan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Kupang.
Ajang ini merupakan kompetisi olahraga tingkat nasional yang diproyeksikan diikuti oleh 1.368 atlet terbaik yang datang dari 23 provinsi di seluruh Indonesia.
Ada tujuh cabang olahraga yang akan dipertandingkan, meliputi atletik, bocce, sepak bola, renang, bulu tangkis, tenis meja, dan senam ritmik.
Lebih dari sekadar kompetisi, PESONAS juga menghadirkan program pendukung seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pengembangan jiwa kepemimpinan bagi atlet, serta pembinaan bakat sejak usia dini.
Hasil penampilan terbaik dalam ajang nasional ini menjadi penentu utama bagi perwakilan Indonesia yang akan berlaga di kancah internasional, yakni Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chili.
Ajang dunia tersebut diprediksi akan diikuti oleh 6.000 atlet yang berasal dari 170 negara dan wilayah, yang mempertandingkan 21 cabang olahraga.
Indonesia sendiri telah dipastikan memperoleh kuota resmi bagi 69 orang delegasi, yang terdiri dari atlet andalan, pelatih, tenaga medis, serta pengurus tim.
Gerakan yang digagas Leo Club Karisma ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang bergerak dari, oleh, dan untuk pemuda mampu menjembatani kesenjangan sosial serta membangun masa depan yang lebih inklusif, di mana setiap anak berhak bermimpi, berbahagia, dan berprestasi setinggi langit. (*/SMSI)









