Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Ogan Komering Ilir melangkah nyata melindungi kelompok paling rentan: para pelajar.
Sebuah tim personel bergerak langsung ke lingkungan pendidikan, yaitu SMPN 6 Kayuagung, membagikan perlengkapan pelindung sekaligus menyampaikan pesan penting menjaga kesehatan dan mencegah kebakaran sejak dini.
Langkah ini membuktikan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi juga menjaga kesejahteraan masyarakat setiap harinya.
Kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif. Para petugas tidak sekadar menyerahkan masker satu‑persatu kepada siswa, melainkan meluangkan waktu menjelaskan cara pemakaian yang benar, kapan wajib menggunakannya, serta mengapa menjaga saluran pernapasan sangat penting saat udara dipenuhi partikel asap.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan kepada anak‑anak usia sekolah karena sistem pertahanan tubuh mereka masih berkembang dan lebih rentan terganggu kualitas udara buruk.
“Kami ingin anak‑anak tetap bisa beraktivitas, belajar, dan bermain dengan aman. Masker ini adalah perlindungan sederhana namun efektif untuk mengurangi paparan asap, terutama saat mereka berada di luar ruangan,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.
Ia menambahkan, penanganan karhutla sesungguhnya mencakup dua hal besar sekaligus: menghentikan api yang sedang berkobar, serta melindungi warga dari segala dampak yang ditimbulkannya.




