“Masker memang sederhana, tetapi penting untuk membantu melindungi pelajar dari paparan asap. Kami mengimbau siswa untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika kondisi udara kurang baik,” ujarnya.
Selain perlindungan fisik, personel juga menyampaikan pesan kesehatan yang mendasar: jaga kebersihan diri, perbanyak minum air putih, istirahat cukup, dan segera mencari pertolongan medis jika mulai mengalami keluhan pernapasan.
AKBP Eko Rubiyanto menambahkan bahwa penanganan karhutla tidak boleh berhenti hanya di titik api. Dampak yang tertinggal di udara dan di paru-paru masyarakat juga harus diatasi dengan sungguh-sungguh.
“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan. Kami ingin anak-anak tetap bisa belajar dengan aman, tanpa mengabaikan kondisi udara di sekitarnya,” tegasnya.
Kehadiran Polres OKI di lingkungan sekolah menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan daerah. Melalui pembagian masker ini, dikirim pesan kuat: menghadapi karhutla memerlukan peran semua pihak, dari petugas di lapangan hingga pelajar di ruang kelas. Bersama, kita jaga udara tetap bersih dan masa depan tetap cerah. (*/HMS Polres OKI/HS)









