Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Langkah Besar RI Wujudkan Swasembada Energi Nasional

Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Langkah Besar RI Wujudkan Swasembada Energi Nasional

BALI, Berita, BISNIS, EKONOMI2549 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Bali, Radar Keadilan – Langkah bersejarah bagi kemandirian energi nasional telah ditandai. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt puncak (GWp) sekaligus memulai pembangunan proyek-proyek pendukungnya di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Inisiatif ini menjadi pilar utama pelaksanaan visi swasembada energi dan hilirisasi nasional melalui pemanfaatan potensi energi baru terbarukan yang melimpah di tanah air.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

Pada tahap permulaan, pemerintah membuka jalur pelaksanaan melalui 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya yang tersebar di berbagai wilayah, dengan total kapasitas mencapai 5.300 megawatt puncak (MWp).

PLTS Gilimanuk menjadi lokasi simbolis peluncuran nasional, sementara PLTS Pulau Rengit di Kepulauan Bangka Belitung telah rampung dibangun dan kini mulai beroperasi guna membuktikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara Peluncuran dan Peletakan Batu Pertama Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pengembangan energi surya merupakan langkah strategis mempercepat kemandirian dan swasembada energi nasional, serta perlu dimanfaatkan secara luas guna memenuhi kebutuhan energi dari sumber dalam negeri sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. | Darma Wati, radarkeadilan.com

“Hari ini adalah hari yang penting, kita meluncurkan listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Dengan Program PLTS 100 GW, kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo Subianto, menegaskan makna strategis program ini bagi kedaulatan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan energi surya berskala besar merupakan arahan langsung guna mempercepat tercapainya kedaulatan energi nasional.

Rencana tersebut dirancang melalui delapan jalur utama pemanfaatan energi surya, meliputi penggantian pembangkit listrik tenaga uap, pembangunan pembangkit skala luas, pembangkit terapung, pemasangan di atas atap, penyediaan listrik bagi daerah terluar hingga terbelakang, serta penyediaan energi untuk kawasan industri dan kawasan produktif.

Secara keseluruhan, program ini diproyeksikan menurunkan emisi karbon sebesar 140 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai 6,31 triliun rupiah.

“Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang dikaruniai sumber daya luar biasa — bukan hanya di bawah tanah, tetapi juga dari cahaya yang menyinari kita setiap hari,” ujar Menteri Bahlil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan dalam acara Peluncuran dan Peletakan Batu Pertama Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Ia menyatakan pengembangan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat kedaulatan energi nasional sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor konstruksi, industri penunjang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi proyek. | Darma Wati, radarkeadilan.com
banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"