Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menekan angka kebakaran hutan dan lahan sejak dini menjadi prioritas utama.
Tim Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Mabes TNI) turun langsung ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk menyebarluaskan pemahaman bahaya serta langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan berupa anjangsana dan penyuluhan strategis digelar di lingkungan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI sebagai langkah nyata membangun kesadaran bersama menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim Mabes TNI, Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, S.E., M.Han., dan dihadiri Plt. Kepala BPBD OKI Nova Triyussanto, S.Kom., M.Si., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Dedy Kurniawan, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muktakid, S.T., serta unsur terkait lainnya.
Dalam penyampaiannya, tim memaparkan dampak luas akibat praktik pembukaan lahan dengan cara membakar: bukan hanya merusak ekosistem, melainkan memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan, melumpuhkan aktivitas sosial-ekonomi, serta berpotensi berkembang menjadi bencana Karhutla berskala besar yang sulit dikendalikan.
Brigjen TNI Bayu Sudarmanto menegaskan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tidak dapat diandalkan pada satu pihak saja, melainkan harus tumbuh dari kekuatan bersama.
“Sinergi erat antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menekan risiko Karhutla sejak tahap paling awal. Pencegahan jauh lebih utama dan efektif dibandingkan memadamkan api yang sudah meluas,” ujar Bayu.




