Masalah Air Bersih Kabupaten Banyuasin Mendekati Solusi, Pemerintah Gelar Rapat Strategis dengan Investor

Bupati Askolani Pastikan Kerjasama Jangka Panjang Tak Terganggu Pergantian Kepala Daerah

Berita, INFRASTRUKTUR2965 Dilihat
Spread the love
Spread the love
         
 
  
                 
   
Jakarta, Radar Keadilan Permasalahan penyediaan air bersih yang menghadang kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banyuasin memasuki babak krusial, dengan langkah konkrit pemerintah daerah untuk menggarap solusi bersama pihak swasta telah terealisasi dalam pertemuan strategis di The Plaza Office Tower lantai 20, Plaza Indonesia.
Suasana diskusi mendalam dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan pihak terkait di Jakarta, dengan fokus pada penyusunan strategi penyediaan air bersih berkualitas bagi masyarakat. Para peserta aktif mengikuti pembahasan terkait infrastruktur dan kebijakan yang akan mendukung perbaikan sistem PDAM secara berkelanjutan.|Sangkut, radarkeadilan.com

Pertemuan tersebut menyatukan jajaran pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan manajemen PT Mustika Jimbaran Indah, yang dipimpin Direktur Utama Yen Suriana Muliadi.

Pembahasan fokus pada kondisi infrastruktur air bersih saat ini, karakteristik geografis wilayah, serta profil kebutuhan masyarakat yang menjadi dasar perumusan kerjasama.

Acara sambutan resmi bagi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin beserta rombongan dalam kunjungan kerja untuk membahas perbaikan sistem penyediaan air bersih. Layar di belakang menampilkan ucapan selamat datang, dengan atmosfer diskusi yang kondusif untuk menyusun langkah strategis bersama pihak terkait.|Sangkut, radarkeadilan.com

Bupati Kabupaten Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa upaya penanganan permasalahan air bersih telah berjalan jauh sebelum masa pandemi COVID-19.

Namun, dampak pandemi terhadap anggaran daerah menghambat percepatan perbaikan sistem Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pertemuan intensif antara jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan mitra kerja berlangsung di ruang rapat modern, guna menyusun rancangan kerjasama untuk meningkatkan layanan air bersih di daerah. Para peserta dengan penuh fokus mengikuti pembahasan terkait perencanaan infrastruktur dan langkah-langkah konkret yang akan segera diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat.|Sangkut, radarkeadilan.com

“Upaya kami mengatasi kesulitan air bersih telah dimulai jauh sebelum pandemi datang. Namun kondisi ekonomi pasca-pandemi berdampak signifikan terhadap kemampuan kita merealisasikan perbaikan PDAM,” jelas Bupati Askolani.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kerjasama yang direncanakan bukanlah kolaborasi sementara, melainkan langkah strategis yang memerlukan persiapan kebijakan politik dan aspek pendukung lainnya untuk menjamin kelancaran implementasi.

Komitmen ini ditegaskan untuk memastikan tidak ada gangguan meskipun terjadi pergantian kepala daerah atau perubahan kebijakan baru, yang berpotensi mempengaruhi akses masyarakat terhadap pasokan air bersih yang layak.

Dihadapan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Alfian, MM., Bupati Askolani menekankan bahwa aspek teknis penyediaan air bersih telah memiliki dukungan ahli dan tenaga profesional yang kompeten.

“Untuk urusan teknis, kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni telah siap mendukung. Segera lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) setelah kesepakatan tercapai, agar masyarakat bisa segera merasakan manfaat akses air bersih yang layak,” tegasnya.

Dengan langkah konkret ini, harapan akan terwujudnya sistem penyediaan air bersih yang handal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin semakin terbuka lebar.

Semua upaya diarahkan untuk menjamin akses layanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara, sesuai dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat(*/Sangkut)