Baturaja, Radar Keadilan – Kondisi memprihatinkan ruas jalan penghubung antar desa di Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), memaksa warga mengambil langkah cepat.
Menghadapi keterbatasan anggaran pemerintah daerah, masyarakat dari lima desa bahu-membahu melakukan perbaikan jalan secara swadaya guna memastikan distribusi hasil bumi tetap berjalan lancar.
Kerusakan yang cukup parah terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Desa Penilikan.
Total terdapat sembilan titik kerusakan berat yang menghambat akses transportasi, mulai dari perbatasan Desa Peninjauan hingga Desa Panji Jaya.
Akibat kondisi ini, kendaraan angkutan barang terpaksa harus mengurangi muatan demi bisa melintas, yang tentu saja merugikan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Penilikan, Amin Hadri, membenarkan hal tersebut saat ditemui di lokasi perbaikan di Blok B Desa Penilikan, Senin (20/04).
Menurutnya, inisiatif ini muncul karena jalan poros tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga untuk mengirimkan komoditas utama seperti karet dan sawit.
“Karena jalannya sudah rusak parah dan menyulitkan mobil angkutan hasil bumi, kami dari lima desa yakni Penilikan, Makartitama, Makarti Jaya, dan Mitra Kencana secara swadaya membeli material untuk memperbaiki jalan,” ujar Amin.
Ia menegaskan bahwa penanganan segera sangat mendesak. Jika dibiarkan, maka roda perekonomian warga akan terhenti total karena tidak adanya jalur alternatif lain.












