“Forum ini mendorong pertukaran praktik terbaik, membangun solusi bersama atas tantangan daerah, serta menegaskan peran pemerintah lokal sebagai ujung tombak kebijakan nasional, regional, dan global,” ujar Rohman.
Sejak bergabung dengan UCLG ASPAC pada tahun 2021, Muba terus berupaya untuk menjadi global regency – kabupaten yang aktif dalam diplomasi daerah, kerja sama internasional, dan pemanfaatan jejaring global untuk mempercepat pembangunan.
“Kehadiran di AGMF membuktikan Muba siap bersaing di level internasional. Kami akan membawa pulang ilmu, jejaring, dan peluang investasi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Muba,” tegasnya.
Komitmen Bersama Kepala Daerah ASEAN
AGMF 2025 dibuka oleh Menteri Perumahan dan Pemerintahan Daerah Malaysia Nga Kor Ming bersama Wakil Mendagri RI Bima Arya Sugiarto. Forum ini menghasilkan enam komitmen bersama Kepala Daerah ASEAN:
- Memperkuat identitas ASEAN melalui aksi lokal.
- Memajukan prioritas lokal sesuai pilar ASEAN.
- Membentuk mekanisme kolaborasi antar daerah.
- Melokalisasi dan mempercepat aksi iklim.
- Mendorong investasi lokal dari lembaga internasional.
- Memperkuat kemitraan untuk pembangunan inklusif
Selain AGMF, delegasi Muba juga menghadiri ASEAN Sustainable Urban Forum (ASUF) 2025 dan Meeting of Governors and Mayors of ASEAN Capitals (MGMAC) 2025, yang dibuka oleh Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn bersama perwakilan PM Malaysia.
Partisipasi aktif Muba di forum-forum internasional ini diharapkan dapat membuka pintu kerja sama yang lebih luas dalam pengelolaan kota berkelanjutan, penanggulangan perubahan iklim, dan investasi daerah, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga penguatan ekonomi lokal.
Muba terus berupaya untuk menjadi kabupaten yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat global. (*/Desi)









