Musi Banyuasin: Model Pertanian Berkelanjutan dan Jejak Karet Tertelusur Mendunia

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pimpin transformasi pertanian berkelanjutan, menginspirasi dunia dengan sistem pelacakan karet yang terintegrasi.

banner"468x90"title"468x90"

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kyai Rohman saat membuka Dialog Komoditas Karet di Sekayu: “Kami mendorong petani karet Muba untuk menembus pasar global tanpa mengorbankan hak dan integritas lahan mereka.”

Kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Muba, melalui Pusat Unggulan Kawasan Lestari (PUKL), dengan Solidaridad, IBCSD, TFA, dan CSP telah menghasilkan sistem pelacakan komoditas yang kuat.

banner"300x250"title"300x250"

Implementasi sistem ini, termasuk simulasi e-STDB dan geotagging lahan di Desa Bandar Jaya, menunjukkan komitmen nyata Muba dalam mewujudkan transparansi dan keberlanjutan.

Apresiasi tinggi datang dari Delegasi Uni Eropa yang menyebut Muba sebagai “model yurisdiksi sub-nasional yang siap menjawab tantangan EUDR dan perdagangan global berbasis keberlanjutan.”

Keberhasilan Muba ini menjadi bukti bahwa pertanian berkelanjutan dan ketertelusuran komoditas dapat berjalan beriringan, memberikan dampak positif bagi petani dan lingkungan.

Muba membuktikan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab adalah mungkin. (*/Desi)

banner"728x90"title"728x90"