“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BMKG, BNPB, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian karhutla,” tegasnya.
Data terkait perkembangan luas kebakaran mencatat bahwa hingga Maret 2026, total luasan yang terdampak mencapai lebih dari 42 ribu hektare, dengan wilayah terbesar berada di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.
Hal ini menjadi peringatan keras bagi seluruh daerah rawan, termasuk OKI, untuk tidak lengah.
Sementara itu, Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyampaikan apresiasi dan menyatakan bahwa bantuan ini akan menjadi modal utama dalam memperkuat respons cepat di lapangan.
“Bantuan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami, terutama dalam mempercepat respons awal saat terjadi kebakaran lahan,” ujarnya.
Supriyanto menambahkan bahwa peralatan canggih tersebut akan segera didistribusikan ke titik-titik rawan karhutla di seluruh wilayah Kabupaten OKI.
“Kami akan memastikan sarana ini digunakan secara optimal oleh petugas di lapangan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten OKI juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan tinggi mengingat kondisi cuaca yang semakin kering. (*/HS)











