Kinerja pengamanan yang konsisten dan terukur juga diwujudkan melalui penindakan berbasis teknologi dan pendekatan humanis: 43 pelanggaran ditindak melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual, sementara 256 pengendara menerima teguran edukatif guna meningkatkan kepatuhan dan menekan potensi kecelakaan.
Hingga saat ini, Polda Sumsel mencatat 47 kasus tindak pidana konvensional, 5 kasus transnasional, serta 11 kecelakaan lalu lintas dengan satu korban meninggal dunia.
Merespons kondisi tersebut, pihak berwenang segera meningkatkan intensitas patroli dan edukasi keselamatan di seluruh jalur mudik.
“Kami pastikan seluruh personel hadir memberikan pelayanan terbaik. Pengamanan harus maksimal, terutama dalam mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan,” tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.

Polda Sumsel juga memperkuat sinergi lintas sektor bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari orkestrasi nasional Polri dalam menjaga stabilitas arus mudik di seluruh Indonesia.
“Lebih dari 237 ribu pergerakan pemudik terlayani hari ini. Di balik angka itu ada kerja keras seluruh personel yang berjaga tanpa henti,” ujar Karo Operasi Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan komitmen transparansi dalam menyampaikan perkembangan operasi:
“Kami memastikan seluruh perkembangan operasi tersampaikan secara transparan. Polda Sumsel hadir untuk melindungi setiap pemudik.”
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, tidak berkendara dalam kondisi lelah, memanfaatkan rest area dan pos pelayanan, serta menghubungi Call Center 110 jika menghadapi keadaan darurat.

Dengan strategi terpadu dan dukungan seluruh pihak, Operasi Ketupat Musi 2026 akan terus dijalankan optimal hingga periode arus balik selesai – menjamin setiap perjalanan pemudik di Sumatera Selatan berlangsung aman dan nyaman. (*/Andrian)









