Materi pelatihan terbagi menjadi dua bidang utama, yaitu keterampilan otomotif dan kemampuan bahasa Jepang, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di negara tujuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.
“Kami ingin Gen Z di OKI tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang magang dan kerja ke luar negeri. Jepang menjadi salah satu tujuan yang potensial,” jelasnya.
Selain penguasaan hard skill, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, etos kerja, serta memperluas wawasan global bagi para peserta.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap, melalui inisiatif ini, generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu berkembang menjadi tenaga profesional yang mandiri.

Pengalaman dan keahlian yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang untuk turut memajukan pembangunan daerah di masa depan. (*/Heri)









