
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Muhamad Kazrin Faruk, SKM., M.M., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan standar kompetensi masa depan.
Saat ini, mayoritas perawat dan bidan masih berpendidikan D3, sehingga ke depannya ditargetkan minimal jenjang S1 dan memiliki gelar profesi.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama ini, akses pendidikan menjadi sangat terjangkau dengan biaya yang minim. Selain itu, sistem perkuliahan juga dapat diikuti secara daring, sehingga tidak mengganggu jadwal tugas pelayanan,” jelasnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 6 orang mengikuti program profesi kebidanan, 7 orang untuk profesi keperawatan, serta lebih dari 100 orang lainnya yang menempuh jenjang dari D3 ke S1.
Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Dengan adanya program pendidikan lanjutan ini, kami berharap Nakes di Kabupaten PALI semakin tangguh dan profesional. Pelayanan kesehatan harus diberikan sepenuh hati, menjadi prioritas utama dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tutup Kazrin. (*/Nandar)









