Perkuat Tata Kelola Organisasi, Polres OKI Tanamkan Budaya Manajemen Risiko Demi Wujudkan Polri Presisi

Perkuat Tata Kelola Organisasi, Polres OKI Tanamkan Budaya Manajemen Risiko Demi Wujudkan Polri Presisi

Berita, OKI, POLRI2730 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya didukung perencanaan yang matang, melainkan juga kemampuan mengantisipasi dan mengatasi berbagai potensi hambatan dalam pelaksanaan tugas.

Pesan mendasar ini menjadi inti pemaparan materi manajemen risiko yang disampaikan Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Kompol Yusuf Solehat, kepada seluruh jajaran personel di lingkungan Polres OKI, Senin (3/8/2026).

banner"300x250"title"300x250"

Dalam penyampaiannya, Kompol Yusuf menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan pilar utama dalam penerapan tata kelola organisasi kepolisian yang modern dan andal.

Melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, hingga penyusunan langkah penanggulangan risiko, setiap satuan kerja diarahkan untuk mampu menekan potensi kendala, sekaligus menjamin kelancaran program serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Manajemen risiko bukan sekadar upaya menghindari masalah, melainkan kemampuan mengenali potensi ancaman sejak dini, menyusun strategi penanganan yang tepat, serta menjamin setiap kegiatan berjalan sesuai sasaran dengan tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan profesionalisme,” ujar Kompol Yusuf Solehat.

Ia menambahkan, penerapan manajemen risiko harus menyatu dengan budaya kerja setiap personel, bukan sekadar kewajiban administratif semata.

Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil akan lebih terukur, terarah, dan secara nyata mendukung pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"