“Gangguan ringan biasanya dapat segera kami pulihkan. Akan tetapi jika terdapat benturan langsung akibat tumbangnya pohon atau cabang besar, proses perbaikan membutuhkan waktu dan penanganan teknis lebih mendalam,” tambahnya.
Selain hambatan akibat faktor alam dan cuaca, PLN juga menghadapi tantangan serius berupa pencurian kabel serta perusakan fasilitas kelistrikan yang disengaja.
Kondisi ini dinilai sebagai masalah bersama karena dampaknya dirasakan langsung oleh seluruh pengguna listrik.
“Seluruh fasilitas dan jaringan merupakan aset publik yang wajib dijaga bersama. Tindakan pencurian atau perusakan memaksa kami melakukan perbaikan darurat, yang pada akhirnya mengganggu pelayanan dan merugikan kepentingan umum,” tegasnya.
Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga keamanan infrastruktur serta segera melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi merugikan di sekitar lokasi jaringan.
Saluran resmi yang dapat digunakan adalah nomor layanan 123 maupun fitur pelaporan di dalam aplikasi PLN Mobile. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat oleh tim yang berwenang.
PLN UID S2JB berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan. Sinergi yang kuat antara penyedia layanan dan masyarakat merupakan kunci utama agar pasokan listrik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu tetap stabil, aman, dan andal untuk mendukung berbagai aktivitas kehidupan sehari‑hari maupun kegiatan pembangunan daerah. (*/Andrian)









