PLN Akselerasi Pengembangan Panas Bumi: Kapasitas Melonjak ke 7,9 GW pada 2033, Menuju Pemimpin Dunia Energi Terbarukan

PLN Akselerasi Pengembangan Panas Bumi: Kapasitas Melonjak ke 7,9 GW pada 2033, Menuju Pemimpin Dunia Energi Terbarukan

Berita, BISNIS, EKONOMI, Jakarta2169 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Dari penambahan kapasitas 5,1 GW menuju tahun 2033, sekitar 0,6 GW dikembangkan langsung oleh PLN melalui 25 unit pembangkit, sedangkan 4,5 GW lainnya berasal dari 85 unit kerja sama dengan produsen listrik swasta. Secara bertahap, kapasitas kumulatif akan tumbuh melalui 110 proyek pengembangan.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

“Indonesia memiliki peluang emas menjadi pemimpin dunia energi panas bumi. PLN membuka seluas-luasnya pintu kemitraan demi mewujudkan potensi tersebut,” ujar Darmawan.

Guna mempercepat realisasi, PLN menawarkan dua skema kerjaama baru: perjanjian pemanfaatan wilayah kerja panas bumi milik PLN serta kemitraan pasokan uap dan pengalihan tenaga listrik untuk wilayah kerja pihak ketiga.

Diharapkan skema tersebut memacu pembangunan 79 proyek baru yang menyumbang tambahan kapasitas hingga 3,1 GW.

Langkah nyata telah ditandatangani bersamaan dalam gelaran tersebut. Kementerian ESDM menyerahkan izin pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran kepada PLN.

Bersamaan itu, PLN menandatangani kesepahaman pembelian tenaga listrik dari proyek panas bumi di Sulawesi Utara dan Lampung, serta kesepakatan kemitraan strategis dengan sejumlah mitra pengembang pembangkit berkapasitas gabungan hingga 453 MW.

Keseluruhan upaya ini mengukuhkan posisi panas bumi sebagai pilar utama pasokan listrik andal masa depan, sekaligus memperkokoh kemandirian energi nasional, memperluas peluang ekonomi daerah, dan melangkah pasti menuju target nol emisi bersih nasional. (*/Darma)

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"