Prestasi ini merealisasikan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran ibadah dan aktivitas kebersamaan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, sesuai arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjaga layanan kelistrikan dalam kondisi prima.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan dedikasi seluruh personel dalam memastikan pasokan listrik tersedia secara optimal untuk mendukung momen kebersamaan masyarakat.
“Idulfitri menjadi momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami bekerja secara maksimal agar layanan listrik tetap handal, sehingga ibadah dan kegiatan keluarga dapat berjalan dengan kenyamanan penuh,” ujar Darmawan.
Kinerja keandalan pasokan listrik pada perayaan tahun ini ditopang oleh kapasitas daya mampu nasional sebesar 51,37 gigawatt (GW).
Beban puncak tercatat mencapai 34,77 GW, menjadikan cadangan daya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Sebanyak 4.429 lokasi prioritas menjadi fokus pengamanan pasokan listrik, mencakup 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, dan 814 rumah sakit.
Semua lokasi tersebut terpantau dalam kondisi aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan apapun.
“Kami lakukan pemantauan secara intensif berkelanjutan, agar aktivitas masyarakat selama Idulfitri berlangsung tanpa hambatan,” tambah Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa sistem di wilayahnya beroperasi dengan stabil.
Pada sistem Lombok, beban saat pelaksanaan Salat mencapai 326 megawatt (MW) dengan daya mampu 380 MW dan cadangan 54 MW.
Sementara sistem Tambora di Pulau Sumbawa mencatat beban puncak 139 MW dengan daya mampu 188 MW dan cadangan 49 MW.
“Cadangan daya yang tersedia menjamin sistem kelistrikan NTB cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan,” tegas Sri.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijono, mengkonfirmasi operasi optimal sistem kelistrikan di wilayahnya.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri di seluruh wilayah Kalselteng berjalan lancar. Sistem kelistrikan beroperasi dengan baik dan didukung cadangan daya yang memadai,” ujar Iwan.
Keberhasilan serupa diraih di wilayah Jawa Bagian Barat dan Banten. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil persiapan menyeluruh sejak awal masa siaga RAFI.
“Kami berhasil menjaga pasokan listrik tetap andal mulai dari malam takbir hingga pelaksanaan Salat Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat,” tutur Joharifin.
Bupati Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memberikan apresiasi atas dukungan PLN.
“Kami menghargai kesiapan PLN dalam menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan Salat Idulfitri. Upaya ini memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang dalam menjalankan ibadah,” ujar Maesyal.
Dengan prestasi ini, PLN kembali membuktikan peranannya sebagai BUMN kelistrikan yang handal dalam mendukung kebutuhan energi nasional, terutama pada momen penting bagi masyarakat.










