Sektor kelautan juga merasakan dampaknya, terutama dalam mendukung aktivitas kapal sandar dan industri galangan kapal.
Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PLN, menambahkan bahwa total daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 MVA pada 2025, meningkat 25% dari tahun sebelumnya.
Konsumsi listrik juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai 7,1 TWh pada 2025, naik 16% dibandingkan tahun 2024.

“Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian,” jelas Adi.
Dampak positif program ini juga dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Bupati Seluma, Teddy Rahman, mengapresiasi sinergi PLN dalam mendukung sektor pertanian melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami,” ucap Teddy.
Abdurrahman, seorang peternak bebek di Kabupaten Tangerang, Banten, juga merasakan manfaat besar dari program ini.
“Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat,” terangnya.
Di sektor kelautan, Ashawir, Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, mengungkapkan bahwa penggunaan listrik di galangan kapal telah menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20% dan mengurangi emisi gas buang.
“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir.
Dengan program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine, PLN terus membuktikan diri sebagai penggerak utama modernisasi sektor industri primer, menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi Indonesia. (*/Yos)













