
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumsel berlangsung di Lounge Ampera Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel pada hari Kamis.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun kapasitas konselor internal dalam memberikan pertolongan pertama psikologis kepada rekan kerja yang menghadapi tekanan mental selama menjalankan tugas operasional skala besar.
Materi pelatihan mencakup penyampaian teori dan praktik PFA, teknik pemulihan psikologis melalui Brain Gym, serta sesi berbagi pengalaman dengan tim trauma healing dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Para peserta juga mendapatkan sosialisasi Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2025 yang menjadi dasar kebijakan nasional dalam penguatan kesehatan mental di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kemampuan PFA yang diperoleh diharapkan membantu konselor mendeteksi tanda-tanda tekanan psikologis sejak dini, memberikan dukungan yang tepat, serta menjaga stabilitas emosional personel selama bertugas.

“Personel yang sehat secara psikologis akan melayani masyarakat dengan lebih profesional dan humanis. Kemampuan Psychological First Aid sangat penting dimiliki konselor untuk menghadapi dinamika tugas di lapangan,” tegas AKBP Suparyono.
Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa penguatan kesehatan mental personel menjadi bagian integral dalam upaya membangun Polri yang profesional dan presisi.
“Polda Sumsel memastikan kesejahteraan psikologis personel tetap terjaga. Anggota yang kuat secara mental akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Penguatan ketahanan mental personel diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan operasi pengamanan mudik.
Langkah ini menjadi investasi penting bagi ketangguhan institusi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus memperkuat komitmen memberikan layanan yang optimal dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*/Andrian)














