
Tradisi yang sarat nilai kearifan lokal ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, lancar, dan kondusif, Polres OKI menerjunkan sebanyak 115 personel untuk melakukan pengamanan secara maksimal.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat dalam acara adat ini menjadi bukti nyata komitmen Polres OKI dalam memberikan rasa aman dan nyaman.
Kegiatan turut dihadiri oleh pejabat daerah dan instansi terkait, termasuk Sekda Provinsi Sumatera Selatan, Bupati OKI, Kapolres OKI, Dandim OKI serta jajaran Forkopimda.

Kehadiran para pimpinan ini semakin menambah semarak acara dan menunjukkan sinergitas yang kuat antar lembaga dalam mendukung gerakan pelestarian budaya daerah.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan adat menjadi bagian integral dari tugas Polri dalam mendukung perkembangan masyarakat.
“Polres OKI berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan adat dan budaya. Pengamanan ini kami lakukan agar seluruh rangkaian Midang Morge Siwe dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini juga merupakan bentuk dukungan nyata kami terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas daerah yang patut dijaga,” ujarnya.
“Sebanyak 115 personel kami fokuskan untuk mengamankan seluruh titik strategis dan alur kegiatan Midang Morge Siwe. Kami pastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana dan memberikan rasa aman bagi seluruh peserta serta penonton,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Sinergi yang erat antara kedua pihak menjadi kunci utama terciptanya suasana yang harmonis dan penuh makna.
Dengan pengamanan maksimal dari Polres OKI, tradisi Midang Morge Siwe berlangsung dengan lancar dan penuh semarak.
Acara ini tidak hanya memperkuat nilai budaya lokal, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergitas yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melestarikan serta menghidupkan kembali kearifan lokal yang berharga. (*/HS)














