Petugas segera membawanya ke Mapolres OKI untuk mencegah konflik yang tidak diinginkan, tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.

Di Mapolres, salah satu yang diamankan menunjukkan kondisi kesehatan yang menurun sehingga segera diperiksa oleh tim medis Polres OKI.
Karena kondisinya tidak membaik, ia dirujuk ke Rumah Sakit Kayuagung pada pukul 20.20 WIB dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.10 WIB.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH., SIK., MH mengkonfirmasi kejadian tersebut dalam keterangan resmi.
“Polres OKI tetap konsisten dan berkomitmen penuh dalam gerakan pemberantasan peredaran serta penyalahgunaan narkotika di seluruh wilayah Kabupaten OKI,” tegasnya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan sebagai mitra kepolisian dengan memberikan informasi jika menemukan dugaan aktivitas narkoba di lingkungan sekitar, guna bersama-sama membangun wilayah yang bebas dari ancaman bahaya narkotika,” tambahnya.
Pihak Polres OKI telah melaksanakan seluruh langkah-langkah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, perkara masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh Sat Narkoba Polres OKI untuk proses hukum yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Upaya penanggulangan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen aparatur kepolisian dalam melindungi keamanan dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan mandat yang diberikan kepada institusi kepolisian negara. (*/Red)











