“Keberadaan layanan eksekutif bukan berarti kami membeda-bedakan pasien, melainkan strategi untuk meningkatkan daya saing RSUD Sekayu agar mampu bersaing dengan rumah sakit besar di kota-kota lain,” jelas drg. Dina.
“Kami ingin RSUD Sekayu menjadi kebanggaan masyarakat Muba, rumah sakit rujukan yang mampu melayani kebutuhan kesehatan dari berbagai kalangan.”
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Muba, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, Yayasan Umi Romlah, dan Smile Train, menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi pelayanan inklusif dan berkelanjutan di RSUD Sekayu.
Kolaborasi ini, menurut drg. Dina, adalah kunci untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Melalui serangkaian inisiatif ini, RSUD Sekayu ingin mengedukasi masyarakat bahwa rumah sakit daerah mampu bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan modern yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tiga pesan penting yang ingin disampaikan drg. Dina kepada publik adalah:
- Layanan Kesehatan Inklusif: Akses layanan kesehatan yang layak bagi semua kalangan, tanpa memandang status sosial atau ekonomi.
- Kolaborasi untuk Kemanusiaan: Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan tenaga medis dalam mewujudkan program-program kemanusiaan yang berdampak positif.
- Transformasi Pelayanan: Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan agar setara dengan rumah sakit besar di Indonesia.
Dengan semangat transformasi dan komitmen yang kuat, RSUD Sekayu tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan, tetapi juga pusat edukasi dan inspirasi bagi masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan yang ramah, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/Desi)












