Personel beroperasi dengan dedikasi maksimal meskipun menghadapi medan berat dan kondisi cuaca yang fluktuatif, guna mempercepat penyelesaian proyek yang menjadi simbol harapan bagi wilayah tersebut.

Pekerjaan difokuskan sejak pagi hari pada penghujaman tiang pancang yang berperan sebagai pondasi utama struktur jembatan.


Proyek berjalan secara terkoordinasi dan sistematis di bawah pimpinan Kapten Czi Aldi.
Personel menjalankan tugas spesifik mulai dari pengukuran koordinat lokasi, persiapan material berkualitas, hingga pemasangan dan penguatan struktur.
Kekompakan serta kerja sama kolaboratif menjadi pijakan utama untuk menjaga progres sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Angka tersebut mencerminkan komitmen dan kerja keras seluruh tim dalam mengejar target penyelesaian, dengan prioritas utama pada mutu konstruksi dan keselamatan operasional selama proses pembangunan.
Kapten Czi Aldi menyampaikan bahwa proyek bukan sekadar pembangunan fisik infrastruktur, melainkan wujud konkrit kemanunggalan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat.
“Kami akan terus berupaya maksimal agar jembatan segera dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sehari-hari masyarakat setempat,” tegasnya.
Dengan semangat pantang menyerah, Satgas terus mempercepat tahapan pekerjaan tanpa mengenal lelah.
Jembatan gantung di Desa Kuala Duabelas diharapkan dapat menghubungkan wilayah terpencil, memperkuat aksesibilitas antar daerah, dan membawa manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang – sejalan dengan semangat awal proyek yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/HS)













