Sawahlunto, Radar Keadilan – Menyemarakkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang mengusung semangat persatuan dan kemajuan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) – anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID – kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Halal Bihalal sekaligus Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang berlangsung megah di Ballroom Saka Ombilin Heritage Hotel, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Mengusung tema utama “Memperkuat Dasar, Mendekat ke Pasar, dan Bertumbuh Secara Bertahap”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha, sekaligus mempererat sinergi dan kolaborasi antar para pelaku usaha lokal.
Sebanyak 56 pelaku usaha hadir dan berpartisipasi aktif, yang terdiri dari mitra binaan kolaborasi PTBA bersinergi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), kelompok usaha swakelola, serta peserta program Rumah BUMN.
Para peserta ini mewakili beragam sektor potensial, meliputi jasa, perdagangan, kerajinan tangan, hingga sektor peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Kepala Departemen Ekonomi Berkelanjutan, Sosial, dan Lingkungan PTBA, Listati, menegaskan bahwa pemberdayaan dan penguatan UMKM merupakan pilar utama dalam strategi Perseroan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Menurutnya, momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna mendalam, di mana kemajuan bangsa tidak hanya ditopang oleh industri besar, melainkan juga oleh kokohnya ekonomi akar rumput.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat nyata bahwa kebangkitan bangsa dibangun di atas kebangkitan ekonomi masyarakat luas. Oleh karenanya, PTBA secara konsisten dan berkelanjutan memberikan dukungan penuh agar UMKM binaan semakin tangguh, adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin dinamis. Kami tidak hanya bergerak pada bisnis inti pertambangan, namun juga hadir memberikan dampak positif melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan teknis, pendampingan manajerial, hingga fasilitasi akses promosi dan pasar yang lebih luas,” ungkap Listati.

Lebih lanjut dijelaskan, fondasi usaha yang kokoh menjadi syarat mutlak bagi UMKM untuk dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Para pelaku usaha didorong untuk memahami karakteristik produk yang dihasilkan serta kebutuhan pasar yang dituju, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.







