‘Si Loki’ Layanan Tanggap Keamanan Siber Pemkab OKI

'Si Loki' Layanan Tanggap Keamanan Siber Pemkab OKI

OKI, TEKNOLOGI263 Dilihat
Spread the love
         
 
  
                 
   

Ogan Komering Ilir, RK.com – Meningkatnya penggunaan teknologi informasi (TI) dalam layanan pemerintah, meski dibarengi kesadaran keamanan siber bagi penyelenggara sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Menggandeng Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Diskominfo OKI menggelar peningkatan kapasitas pengelola (admin) aplikasi/situs milik organisasi perangkat daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui aplikasi Sistem layanan keamanana informasi OKI (Si Loki).

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

“Dengan meningkatnya penggunaan teknologi dalam layanan pemerintah, mesti dibarengi kesadaran dan pengetahuan akan keamanan siber pengelola (admin) layanan pemerintah berbasis digital agar mampu merespons serta mengatasi berbagai ancaman siber dengan cepat dan efektif,” Jelas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Adi Yanto di Kayuagung, Senin, (18/12/2023).

Aplikasi Siloki yang sebelumnya dilaunching oleh Dinas Komunikasi dan Informatika OKI diharapkan menjadi salah satu solusi untuk melindungi aplikasi maupun situs milik perangkat daerah dari kejahatan siber.

Si Loki merupakan layanan menyeluruh terhadap kebutuhan operasional persandian dan keamanan informasi dengan fitur-fitur antara lain, Dashboard layanan dan operasional keamanan informasi, Pendaftaran pemilik sertifikat digital (on premise dan on service); Pendaftaran parameter aplikasi terkoneksi untuk tanda tangan digital; Inventarisir aplikasi milik pemerintah daerah secara digital; Vulnerability assessment; Pengelolaan hasil ITSA; Pendaftaran dan pengelolaan program bug bounty; serta Pengelolaan CSIRT (Computer Security Incident Response Team).

“Mari manfaatkan layanan Siloki. Mudah-mudahan dengan layanan ini kita semua lebih aware agar tidak kecolongan data pada aplikasi maupun situs yang dikelola OPD lingkup Pemkab OKI,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadikan Perpustakaan Sarana Rekreasi, Wisata Baca

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Alexsander Bustomi mengatakan pemanfaatan TIK pasti akan diikuti dengan meningkatnya kejahatan siber yang mengintai seluruh platform digital milik pemerintah.

Alex menilai penting adanya penguatan SDM untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman teknologi. Sehingga semua pihak menyadari risiko kejahatan siber yang mungkin muncul ketika menggunakan TIK.

“Kami mengapreasiasi inovasi layananan yang diberikan oleh Diskominfo dalam hal pengamanan situs maupun aplikasi yang dimiliki oleh perangkat daerah. Ini Langkah penting menghindari risiko kejahatan siber,” terang Alex.