“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, karena kondisi lahan yang kering sangat mudah terbakar dan api dapat dengan cepat meluas,” tegas Kapten Inf Indro.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membantu mencegah serta meminimalkan dampak kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.
Pihaknya juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di lingkungan sekitar, agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api berkembang lebih besar.
Kesiapsiagaan dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas.
Semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat di Desa Sungai Tepuk menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kewaspadaan dini mampu menekan risiko kerugian akibat bencana lingkungan. (*/Pendim0402-OKI/HS)









