Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Gede Widhartama, menjelaskan bahwa lembaganya tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mendahulukan upaya pencegahan dan pembinaan agar kepatuhan pajak tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
“Ke depannya, kami akan mendorong pengawasan berjalan secara waktu nyata lewat integrasi teknologi, termasuk pemanfaatan dasbor pemantauan dan kamera pengawas, sehingga perbedaan pelaporan pajak dapat diminimalkan sejak dini,” papar Gede.
Digitalisasi pengawasan tersebut dirancang untuk menciptakan sistem penetapan sendiri yang lebih andal, akurat, dan dapat dipercaya.
Di sisi lain, pendekatan persuasif tetap diutamakan agar iklim investasi dan dunia usaha di Kabupaten OKI terus tumbuh dan berkembang.
“Kami memberikan kesempatan pembinaan selama tiga bulan ke depan bagi seluruh wajib pajak untuk melengkapi persyaratan administrasi secara lengkap, mulai dari pengurusan izin SIPA hingga pemasangan alat ukur aliran,” lanjutnya.
Ia memperingatkan, apabila masa pembinaan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, Kejaksaan akan mendukung penuh pelaksanaan penertiban sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
Kepala BPPD OKI, M. Putra Taufan, menyatakan bahwa peringatan Hari Pajak Nasional dijadikan momen untuk memperluas pemahaman masyarakat akan peran krusial pajak daerah, meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan, serta mempererat kerja sama antar pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Tahun ini, penghargaan difokuskan pada kategori Pajak Air Tanah serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan untuk lingkup desa dan kelurahan. Kegiatan ini dihadiri unsur pimpinan daerah, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, penerima penghargaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pelaksanaan kegiatan didukung anggaran APBD Kabupaten OKI dan dukungan kemitraan dari Bank Sumsel Babel,” jelas M. Putra Taufan.
Upaya penyatuan langkah ini diharapkan menjadi titik balik pengelolaan pajak daerah di Kabupaten OKI, di mana setiap rupiah yang disetorkan dikelola dengan jujur dan tepat sasaran demi kemajuan bersama.
Masyarakat dan pelaku usaha pun turut menjadikan kepatuhan pajak sebagai bagian dari identitas membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. (*/Heri)










