Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel, Tampilkan Kekayaan Warisan Leluhur

Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel, Tampilkan Kekayaan Warisan Leluhur

Spread the love
         
 
  
                 
   

Palembang, Radar Keadilan – Lantunan irama dan gerak indah penampilan seni tari dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi membuka rangkaian Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026.

Ajang berlangsung di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Jakabaring, pada Rabu (24/6), menjadi momen istimewa yang menandai kehadiran kekayaan budaya daerah di tengah pertemuan 17 kabupaten dan kota se-provinsi.

Paduan gerak yang sarat makna dan kental akan kearifan lokal masyarakat sungai dan rawa berhasil memukau tamu undangan serta pengunjung yang memadati lokasi.

Penampilan pembuka ini menjadi gerbang awal dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, hingga 25 Juni 2026.

Selain pertunjukan seni, OKI menghadirkan ragam warisan budaya lewat sajian kuliner dan hasil kerajinan unggulan.

Pengunjung dapat menjumpai gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, hingga pempek hitam — seluruhnya menjadi identitas cita rasa yang diwariskan turun-temurun.

Pelengkapnya, ditampilkan pula wastra dan karya tangan bernilai budaya tinggi: songket Bidak Cukit, batik bermotif Perahu Kajang, serta anyaman purun khas Pedamaran.

Setiap karya merefleksikan cara hidup dan kreativitas masyarakat yang selaras dengan alam lingkungannya.

banner"300x300"title"300x300"